Archive for January, 2007

Menghangat peluk’

Wednesday, January 31st, 2007

Menghangat_peluk Aku ingin lari saja… bersembunyi di ketiak… meninabobokan Aku tidak mau menghadapi Aku bosan Aku tidak suka Lelah sudah………… Aku ingin menghangat dipelukan saja Aku tidak mau menerjang angin pedih itu lagi Aku ingin terpejam terpeluk terdamai terseribu rasa….

Tapi kenapa aku masih terus menerjang Sampai aku takut aku tidak punya kekuatan lagi Untuk sekedar menangis bila telah ku coba berdiam di sana lalu jika nanti kutahu tempat itu bukan untukku hangat yang kukira hangat… adalah lebih pedih dari angin pedih itu angin itu pedih… pelukan itu entah… mungkin di pelukan saja diam di lengannya sampai aku temu disitu ada kehangatan… yang disebut hangat atau pedih yang memang pedih lalu aku akan tinggal dan bersemu atau aku akan pergi melawan angin… 9:50pm 13.12.06—————————————————————————–

menunggu

Tuesday, January 30th, 2007

Aku tau kau disitu…
menunggui ku dibalik kelopak rapatmu

Menyentuhkan ujung jari tengah kakimu ke punggungku

Menyatukan getaran darah mu…

Mendetakkan perasaan yang tidak pernah lagi diucapkan

Karena tidak bisa lagi huruf huruf merangkainya

Bahkan untuk sesuatu yang dibaca ‘cinta’

Membiarkan kapanpun kumau mulai menelusup ke dalam dadamu

Sampai malam lagi yang membangunkanku
\
au tidak ada disitu

Sebentar lagi kau pulang………

Aku disini
Meluluhkan semua pekatku dalam lenganmu

Meruahkan airmata kelehermu

Kamu dekat..
Mencairkan bau debu dunia luar

Di riak rambutku

Mencium di ubun ubun..

Bahkan aku tidak mau tersenyum demi ciumanmu

Ingin membeku dalam hangat udara yang kau hembuskan ke kepalaku

Membungkus sampai ke lipatan hati

Menahan setengah tarik napas

Dengan geligi mencubit bibir bawah dan kerutan pelipis

Agar hangat itu mengendap menjagaku dari segala…

Aku tau kau disitu…ingin bermimpi bersamaku

Aku terlalu nyata untukmu

Maka tidak ada aku dalam mimpimu

Aku disini
Memunggungimu lalu masuk dalam dekapmu

Pelan sampai kau tak terbangun…

Hangat sampai kau tak tau salju di luar sana

Diam sampai tak tersadar namaku kau tulis di setiap spasi catatan harianmu

************************************12:11am-270107**************************

pinta?harap?

Tuesday, January 30th, 2007

Aku meminta kekuatan… Dia memberiku permasalahan

Aku meminta kemudahan… Dia memberiku ketidakpastian

Aku meminta cinta… Dia mempertemukanku dengan orang-orang sakit hati

Hikmah… tersembunyi apa pula ini…….bah………
Alhamdulillah… belum ada psikiatrist antri di depan pintu kamar…
Yasyukurilah… Cuma dua hari ini ak sakit perut gak tau sebab…
Diobati dengan tidur banyak, susu murni nasional yang lewat depan rumah, ,minyak telon konicare, makan coklat coin raisin yang sedikit pahit, potato rasa sapi panggang yang asinnya bikin perih ujung lidah, kopi3in1 mix, kopi jawa, sampe pisang goreng angus hasil karya kakak, puas diembatin. Sesiangan tidur bikin cetakan guling di bebodyan… besok masih libur pula! huaaahhh… what a wonderful day I have today… setengah pikiran lenyap…raib entah kemana setelah titik kulminasinya tadi siang bahkan sampe ngeri sendiri jangan-jangan udah mampu untuk ingin menjadi gila. Sekarang bahkan sudah melepas semuanya dan bisa tertawa tidak berprasangka mendengar suara beberapa ‘tiit.tiit’ sensitive dan cengeng dengan perawakan macho. ugh… mana si pesolek yang kukatai bencong kemarin? Ugh… pesolek tapi hatinya enggak cengeng is better than ever. Kayak kekasih yang pernah jadi kekasih itu laaaaahhh… kelaut aja deh lu. Mana ada yang sempurna sekarang jack? So, Alone is better than living with the cengengs behind the screen. Huehueheuheuheeee….
Nite anyway.. the happiness is waiting for me. Tatraaa… Noonelivesforever_1024_1

***********************00:24 140107**********

Pewarna Pelangi

Tuesday, January 30th, 2007

Menunggu
Yang terbaik akan membuat panggungnya sendiri
Yang tidak baik akan mengundurkan diri
Yang jauh dari baik akan meruntuh
Yang baik akan membuat tersenyum

Dan aku berjalan maju disini
Menyelesaikan yang terlalui
Memberesi semak di pinggirannya
Melicinkan yang kusentuhi

Menghirup bunga mekar di akar kering menghitam
Mencium bau mendung
Menggayut awan basah kelabu
Mencabut deduri di tumitku

Pelangi di kelopak mataku menghitam…
Pewarna pelangi akan datang menjejakku
Dari panggung
Membawakan semangkuk ramuan penyejuk
Dari sana….
Dia datang…. Dia datang…. Aku melihat pijarnya
Aku merasakan nya

11:40pm 12.12.06—————————————————————————-

DANSA PASIR HIJAU

Tuesday, January 30th, 2007

Aku ingin berdansa bersamamu……
Di padang pasir hijau
Tergelincir di abu coklat
Dan bersama tergulung buih biru……

Merangkul perutmu
Berputar seperti baling baling…
Aku akan mengatakannya
Padamu…
Padamu..
Ku mau berdansa selamanya

Apapun itu..
Siapapun itu..
Kau akan pulang padaku.
Dan hatiku terus menadakan hangatnya lagu tentangmu
Di peluk pagi oranye.Dansa_pasir

*******************************************8:07pm-220107****************

Karnaval Kematian

Tuesday, January 30th, 2007

Putih…
Memantul
Silau…
Sakit
Menusuk sampai tercaruk

Masyuk……….
Khusyuk lalu terbarut
Dalam satu keputusan sudah dibuat

Tidak ada sebaskom ketawa lagi
Termanequin di tengah gurun seramai karnaval
Pijarnya meredup lalu mati.

11:59pm Karnavalkematian
12.12.06———————–

Yang Bisa

Monday, January 29th, 2007

Yang bisa Yang_bisa

Pagi tadi.. dia pamit lagi. Sepuluh hari duluan juga. Pagi tadi aku buat penutup dengan marah pada entah. Sepuluh hari duluan frekwensi bicaraku jadi wise..mendatar.. lalu melemah ..diam…

Sekarang aku mengingat dengan nyeri di satu titik sebelah kiri menyesap getarnya sampai tulang belikat. Dinding panas yang terjemur seharian ini pasti bisa tau ada nyeri disitu..lalu menembus kebaliknya dan terbang bersama udara malam.

Mataku pedih dengan kulit lengket. Gerah!. Dan diantara tulang dadaku masih celekit celekit. Sungguh aku takut sendirian.

Siapa lagi yang menghinaku waktu aku melakukan kebodohan……

Siapa lagi yang mengomeliku waktu aku merasa sangat kuat

Siapa lagi yang memasamkan mukanya waktu aku butuh bantuan

Siapa lagi yang mencercaku waktu aku asik dengan dunia mimpi

Siapa lagi yang bisa aku caci sepuasku waktu dia jadi stupit

Siapa lagi yang bisa aku marah marahi sesukaku kapan saja dimana saja

Siapa lagi yang bisa aku tertawai waktu dia jadi dungu

Siapa lagi yang mau memunggungiku waktu aku menangis di pojok dinding…

Siapa lagi yang bisa menjadikan dan dijadikan badut lalu memenangkan lomba ketawa……?

Hadiah terbaik yang pernah kudapat…

Sahabat dari langit…. Kemarin kemarin dia disini………

Terentang sudah.

Masih… masih ada ‘disini’,

Dan akan lain

Mengetahui dia akan jauh..tidak ada yang menjagai aku, dekat sini, tidak lagi setiap saat..

Aku… tidak lagi aman… aku….. takut..

Sekarang tulang tulang lenganku menyeri… aku ingin sendiri.

*********08:24pm-180107**********************************************************

Siapa yang bisa membalik prioritas untuk orang menyebalkan seperti dia…

Untuk siapa lagi aku bisa bohong kata pada orang lain … seperti sore tadi.

Aku melihatnya begitu bahagia…. Dan dadaku jadi baik baik saja.

Bahkan lebih nyaman dari sepuluh hari lalu, berpuluh puluh hari lalu…

Aku ‘cuma’ bahagia.

Lalu yang ‘cuma’ itu jadi lebih banyak lagi…

Saat dari balik kaca itu dia berangkat.

***********************************************11:11pm-190107*******

racun

Monday, January 29th, 2007

Racun

Kalimat kalimat itu seperti dengingan lebah di sekujur kulitnya Mencabuti dua bulu dalam satu lubang Lalu menelurkan sengat menanam bisa dalam kromosom Menjadikannya sebentuk racun berjalan Hidup, tumbuh dan berbicara Dia merasa patut dihukum atas dirinya yang menjadi racun Atas dirinya yang selalu mampu menghancurkan Atas ketidakmampuannya membahagiakan Apapun sesiapapun Kemudian dia terkulai berharap racun itu terhukum Nonsense! Hukuman apapun tidak lagi menyentuh inderanya yang penuh dengan bisa Tumpul dan kebas Dia sudah menjadi racun itu sendiri Kesakitan dan kekerasan sudah menjadi raja segala rasa Hukuman apalagi? Jangan medekat!! Dia akan merobekmu… dia akan menyakitimu… Lihatlah… Dia menangis… dia berdarah… Tidak akan ada yang mampu menyentuhnya

*****8:48 February 22, 2006*************************************************

Tidak jauh

Monday, January 29th, 2007

Tidak_jauh

Ternyata ada disini…dekat.. Maka dia menyapaku di mimpi mimpi terlupa

Tidakpun waktu akan mempertemukan

Aku dan dia selalu bersama Saat saat pejam yang pekat membuatnya kental dalam benak

Memanggilkan pagi dengan gesa tak berhasrat

Maka dia terlupa bersama kedipan monitor di benaman matahari 2pk Maka aku tertiup bersama debu ke sela kaca jendela bersama asap rokoknya di 60kph

mungkin aku memang untuknya sampai sang waktu mampu bersuara bahwa itu untuk selamanya

dan sebelum siapapun itu yang melakukannya.. aku sudah tau bahwa suara itu pernah menyanyikan nada yang sama selamanya. ****************************************21:05 110107********************

mataharitidakmerah

Monday, January 29th, 2007

Angin bohong sampaikan kata

Pembikin bahasa tipu

keliru asal mengarangkan

Matahari tidak memerah

Pantulan sinar mata terpalsu bias

Matahari_tidak_merah

Disini seharusnya tidak ada udara

Disini sebaiknya tidak dicipta kata-kata

Dan siang atau malampun semestinya gelap semua.

Hitam.

Sama sekali tidak ada cinta dibias bola mata

Pun tidak bohong cinta terartikulasi rahang lidah

Jahanam angin membelokkan ke telinga bodoh bergendang

Mendenging sajalah melotot dan menyenyum

Mungkin seperti ratu semut merah di ujung karang

Terpekik pekik dari lipatan ke lipatan

Hangat dan nyaman lalu bengkak bersama gigi kutu busuk

Bernanah kental bersama bisa kobra di kuku kelingking

menyemai duri di sisi jalan

Ketiaknya jadi sayap

melompat lalu berayun terbang

Lengan terikat pinggang erat ke ulu leher

Lututnya bergetar lalu mengepak jauh

Mata kaki merabun dipasung rusuk belikat hingga tengkuk

Ada

lampu kabut di pelipis

Mengedip sebentar seperti sekarat

Mengelabu sampai ubun ubun

Ekor cinta dari bolamata kata dan udara

Sebentar tadi menggelinjang menerobos satu-satu

Keluar dari gerahnya perhelatan

di aliran darah yang terpenat

*******

08:31pm

250606*************************************